Di Indonesia, narasi "Iran dikeroyok" sangat laku keras. Banyak yang mengira Iran berjuang sendirian melawan Israel dan Amerika Serikat. Ini adalah kegagalan analisis. Secara geopolitik, Iran didukung penuh oleh infrastruktur militer Rusia dan pendanaan China. Jadi, ini adalah perang Blok Barat (2) vs Blok Timur (3). Namun, meskipun menang jumlah, Blok Timur menghadapi tembok besar yang mustahil ditembus yaitu Supremasi Teknologi Mutlak Israel. Dr. Tariq Al-Fahad (Pengamat Senior Geopolitik Timur Tengah) mengatakan: "Publik Indonesia perlu belajar melihat melampaui sentimen. Iran sama sekali tidak sendirian; mereka adalah ujung tombak Rusia dan China. Namun masalahnya, Rusia dan China sendiri kewalahan mengejar ketertinggalan
IRAN MELURUSKAN:Yang Anda sebut sebagai KERAS KEPALA, bagi kami adalah keteguhan hati dalam menjaga kedaulatan. Kami adalah bangsa yang memiliki PRINSIP yang tidak dapat diperjualbelikan, baik demi kepentingan ekonomi maupun tawaran politik semataj Dalam sebuah kesempatan, Presiden Prabowo menyebut rakyat Iran sebagai bangsa yang "KERAS KEPALA". Namun, ia menegaskan bahwa istilah tersebut disampaikan dalam KONTEKS MEMUJI KETEGUHAN HATI dan SEMANGAT PERJUANGAN MEREKA dalam menghadapi berbagai tekanan internasional, yang menurutnya mirip dengan semangat para pendiri bangsa Indonesia. Menanggapi hal tersebut, pemerintah Iran melalui kementerian luar negerinya memberikan klarifikasi. Mereka menegaskan bahwa apa yang sering dianggap sebagai sikap "keras kepala" sebenarnya adalah