Mujizat Doa Rosario: Beban Hidup Bu Sri Menjadi Ringan, Menguatkan Iman Umat Sidowayah Klaten

to travel is to live

Home / Uncategorized / Mujizat Doa Rosario: Beban Hidup Bu Sri Menjadi Ringan, Menguatkan Iman Umat Sidowayah Klaten

Mujizat Doa Rosario: Beban Hidup Bu Sri Menjadi Ringan, Menguatkan Iman Umat Sidowayah Klaten

KLATEN – harmonyindonesia --- Bulan Oktober, yang dikenal sebagai Bulan Rosario bagi umat Katolik, ditutup dengan ibadah penuh makna di lingkungan Santo Yusup Sidowayah, Klaten, pada Kamis malam (30/10/25).

Acara penutupan Doa Rosario yang berlangsung di rumah Ibu Pangat ini menjadi momen penguatan iman melalui kesaksian nyata.
​Dipimpin oleh Fransiskus Xaverius (FX) Pardiman, anggota PEWARNA Indonesia   DPC Kab. Klaten, ibadat dibuka dengan renungan yang berfokus pada teladan ketaatan Bunda Maria, berdasarkan kutipan Lukas 1:38: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan, jadilah padaku menurut perkataanmu." Pardiman menekankan bahwa Maria adalah sosok beriman yang total menggantungkan hidupnya kepada Allah, menjadi panutan bagi umat.

Namun, yang paling mengesankan adalah testimoni pribadi yang dibagikan oleh Pardiman.  Kisah mengenai "Bu Sri", seorang ibu yang awalnya enggan beribadah dan membaptiskan anak-anaknya, menjadi sorotan.  Setelah Bu Sri mulai tekun mendaraskan Doa Rosario setiap malam, ia merasakan transformasi dramatis dalam hidupnya.
​ "Bu Sri yang mengalami beban yang sebelumnya terasa berat menjadi ringan berkat Doa Rosario dan bantuan Bunda Maria," ujar Pardiman Bidang Kerohanian Agama Katolik PEWARNA Indonesia DPC Klaten ini.
​Kisah ini sontak memperkuat keyakinan umat akan wujud nyata kehadiran Tuhan di Bumi melalui sarana doa Rosario dan perantaraan Bunda Maria. Setelah renungan yang mengharukan, ibadat dilanjutkan dengan Doa Rosario yang khidmat, dipimpin oleh adik Abel, doa salam maria bergantian sampai selesai. Ibadah diakhiri dengan doa  penutup dan berkat.
​Acara diakhiri dengan perjamuan sederhana sebagai simbol syukur dan persaudaraan, menegaskan bahwa ibadah penutupan ini bukan hanya ritual keagamaan, tetapi juga kesempatan untuk mempererat tali kasih di antara umat.
(Benneo)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *