
KLATEN – harmonyindonesia -- Pemerintah Kabupaten Klaten melalui Dinas Sosial (Dinsos) menunjukkan keseriusan dalam menertibkan penyaluran Bantuan Sosial (Bansos). Selama dua hari, Dinsos Klaten menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi seluruh operator Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial - Next Generation (SIKS-NG) di Hotel Grand Cokro, Jl Pemuda Klaten.
Kegiatan yang berlangsung pada Selasa dan Rabu (12-12/11/25) ini bertujuan utama untuk mengawal transisi data dari sistem lama ke Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang baru, sekaligus memastikan data penerima bersih, valid, dan tepat sasaran.
Ketegasan NIK dan Rekening Terdeteksi
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Klaten, Puspo Enggar Hastuti S.E., menegaskan adanya mekanisme penertiban yang sangat ketat dari Kementerian Sosial (Kemensos) terkait pemanfaatan Bansos.
“Bansos ini diperuntukkan bagi kebutuhan dasar. Kami tegaskan, jika rekening penerima terdeteksi digunakan untuk aktivitas yang melanggar seperti judi online (judol) atau pinjaman online (pinjol), sistem akan bekerja secara otomatis,” ujar Puspo.

Ia menambahkan bahwa penerima yang terdeteksi dalam aktivitas tersebut akan langsung dihapus dari daftar dan akan sangat sulit untuk diusulkan kembali. Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan rekening mereka secara permanen terdeteksi di sistem sebagai pelanggar.
Memerangi Inclusion dan Exclusion
Salah satu fokus utama Bimtek ini adalah mengatasi masalah inclusion dan exclusion melalui Musyawarah Desa (Musdes). Inclusion merujuk pada kasus orang mampu yang masih menerima bantuan, sementara exclusion adalah kasus sebaliknya.
Puspo berharap dengan Bimtek SIKS-NG ini, operator desa dapat memastikan kesamaan data hingga detail terkecil. Perbedaan data, misalnya hanya pada huruf vokal nama (I menjadi Ai) atau adanya huruf ganda, dapat menyebabkan bantuan gagal dicairkan.

“Dengan data yang rapi dan Musdes yang transparan, kami optimis dapat menghilangkan kesenjangan data ini, sehingga bantuan benar-benar jatuh ke tangan masyarakat yang membutuhkan. Ini adalah kontribusi nyata kami untuk menurunkan angka kemiskinan di Klaten,” tutupnya.
( Benneo)

