
KLATEN -- harmonyindonesia -- ( Nopember) Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) DIY, Islamic Studies Board (ISB) Cabang Yogyakarta, dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) DIY menyelenggarakan diskusi yang berfokus pada strategi pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di Yogyakarta.
Visi dan Strategi Utama
DIY harus bersiap menjadi destinasi wisata berkelas dunia dan pariwisata harus memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, dicerminkan dari peningkatan spending wisatawa.
Fokus: Pengembangan diarahkan pada quality tourism yang inklusif, termasuk wisata edukasi dan religi, serta pemanfaatan teknologi digital.
Empat Pokok Pengembangan (ISEI): Meliputi peningkatan kualitas produk wisata, pengembangan ekosistem edukasi pariwisata, penguatan peran komunitas, dan pengurangan dampak negatif pariwisata.

Langkah Implementasi dan Tantangan.
Creative Tourism: Diusulkan penerapan konsep Creative Tourism melalui pengembangan aplikasi wisata (seperti Jogja & Gandeng Gendong), penerapan sistem pembayaran QRIS dan sistem reservasi, serta penyediaan akses yang terintegrasi.
Gerakan Ekonomi Hijau: Diusulkan agar Gubernur DIY mencanangkan gerakan Green Tourism/Cultural Tourism.
Tantangan Infrastruktur: Isu utama yang dihadapi adalah manajemen lalu lintas yang semrawut dan macet, sehingga diperlukan pengembangan infrastruktur pendukung, termasuk pelebaran jalan tol dan akses Bandara YIA.
Kesimpulan: Pengembangan pariwisata DIY menuntut sinergi dari berbagai pihak dan pemanfaatan teknologi digital untuk mencapai tujuan menjadi destinasi wisata kelas dunia.
(Benneo)

