
KLATEN -- harmonyindonesia -- Ikatan Karyawan Katolik Klaten (IK3) kembali menggelar pertemuan rutin bulanannya dalam suasana kebersamaan dan kekeluargaan yang erat. Pertemuan kali ini diselenggarakan pada Minggu (16/11/25) bertempat di kediaman Ibu Yustina Karyati, yang berlokasi di Griya Prima, Klaten utara.
Pertemuan rutin ini berhasil mengumpulkan 25 anggota IK3, termasuk kehadiran yang sangat dinantikan dari Ketua IK3, Paulina. Ini merupakan pertemuan pertamanya kembali setelah menjalani masa pemulihan dari sakit yang membuatnya absen dari beberapa kegiatan sebelumnya.
Sambutan Penuh Syukur dari Ketua IK3
Dalam kata pengantarnya, Paulina menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam atas dukungan, doa, dan motivasi yang telah diberikan oleh seluruh anggota IK3 selama ia sakit.
Ia juga berbagi pengalaman inspiratif saat menjalani pemeriksaan di RSCM Jakarta, di mana ia menyaksikan banyak pasien lain yang, meskipun dalam kondisi sulit, tetap mampu menunjukkan semangat yang ceria dan ketegaran. Pengalaman ini menjadi penguatan iman dan mental bagi Paulina.

Perencanaan Ziarah sebagai Agenda Utama
Salah satu agenda utama yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah rencana kegiatan ziarah yang bertujuan untuk mempererat kebersamaan anggota dan memperkuat nilai-nilai iman Katolik.
Rencana ziarah tersebut akan meliputi kunjungan ke tiga lokasi penting, yaitu:
* Makam Romo-Romo di Kentungan, Yogyakarta
* Gua Maria Jurang Metes Sedayu
* Pantai Glagah, Kulonprogo
Kegiatan ziarah ini diharapkan tidak hanya menjadi sarana rekreasi rohani tetapi juga menjadi momen refleksi dan pendalaman iman bersama.
Isian Rohani: Kematian dan Penghakiman
Sesi isian rohani menjadi puncak dari pertemuan kali ini, yang dibawakan oleh FX. Pardiman. Beliau mengangkat tema yang mendalam, yaitu "Kematian dan Penghakiman Menurut Ajaran Katolik".
Pardiman menjelaskan doktrin Gereja bahwa setiap orang yang meninggal akan langsung menjalani Pengadilan Khusus/Pribadi. Dalam pengadilan ini, jiwa yang suci akan memperoleh kebahagiaan abadi di surga, sementara jiwa yang berdosa akan ditempatkan di neraka atau menjalani pemurnian di purgatorium.
"Oleh karena itu," imbuhnya, "Umat Katolik diingatkan untuk senantiasa mendoakan jiwa-jiwa yang telah meninggal, baik melalui doa pribadi, doa berjemaat, maupun melalui perayaan Ekaristi."
Lebih lanjut, Pardiman juga meluruskan miskonsepsi spiritual dengan menegaskan bahwa orang yang telah meninggal tidak dapat mendatangi orang yang masih hidup. Ia menjelaskan bahwa fenomena yang seolah-olah menunjukkan kehadiran arwah sebenarnya adalah ulah iblis atau setan yang menggunakan badan orang yang telah mati sebagai tipuan.

Pertemuan rutin IK3 Klaten ini ditutup dengan suasana khidmat, di mana seluruh anggota bersama-sama memanjatkan doa khusus untuk penyembuhan dan peneguhan bagi Paulina, Ketua IK3, yang masih dalam masa pemulihan.
(Benneo)

