Ekaristi Arwah di Astana Gunung Malang: Paroki Bayat Harmonisasikan Liturgi Katolik dan Warisan Budaya Jawa

to travel is to live

Home / Uncategorized / Ekaristi Arwah di Astana Gunung Malang: Paroki Bayat Harmonisasikan Liturgi Katolik dan Warisan Budaya Jawa

Ekaristi Arwah di Astana Gunung Malang: Paroki Bayat Harmonisasikan Liturgi Katolik dan Warisan Budaya Jawa

KLATEN – Hi News.com -- Paroki Bayat, Klaten, kembali menyelenggarakan perayaan tahunan Ekaristi Arwah dan tradisi ziarah (nyekar) di Kompleks Pendopo Astana Gunung Malang pada Hari Sabtu, 29 November 2025. Acara sakral ini, yang dihadiri oleh  110 umat dan dipimpin oleh Romo Petrus Suratmin Pr. Ketua Panitia Paulus Dwi Purwo Anggoro  menegaskan upaya Paroki dalam mengintegrasikan penghayatan iman Katolik dalam Bulan Arwah dengan pelestarian warisan budaya lokal Jawa.
​Sinkronisasi Spiritual dan Kultural
​Kegiatan ini secara khusus diselenggarakan oleh Lingkungan Santa Bernadetta dan Santa Anna. Menurut Paulus Dwi Purwo Anggoro, inisiatif ini memiliki dua dimensi utama: spiritual dan kultural.

​"Kami secara rutin melaksanakan kegiatan ini untuk mendoakan arwah para leluhur. Selain dimensi keimanan, ini adalah upaya nguri-uri adat Jawa—melestarikan kebiasaan baik—dan menanamkan nilai-nilai luhur kepada generasi penerus agar selalu menghargai akar sejarah dan leluhur mereka," jelas Anggoro.
​Penghormatan pada Sejarah Lokal
​Perayaan diawali dengan Ekaristi yang khidmat, diikuti dengan Pemberkatan Bunga. Bunga-bunga yang diberkati menjadi sarana simbolis untuk ziarah yang dilakukan setiap keluarga di makam leluhur mereka.

Secara signifikan, prosesi ziarah yang dipimpin langsung oleh Romo Paroki tidak hanya mencakup makam leluhur Katolik. Rombongan juga memberikan penghormatan khusus dengan berziarah ke makam Pangeran Wuragil, seorang tokoh sentral dalam sejarah Bayat. Langkah ini menggarisbawahi komitmen Paroki Bayat untuk tidak hanya melayani ranah spiritual umat, tetapi juga mengakui dan menghargai sejarah serta warisan budaya yang membentuk identitas masyarakat setempat.
​Kegiatan berjalan tertib dan lancar, berhasil memperkuat solidaritas antarumat sekaligus menempatkan Paroki Bayat sebagai teladan dalam menjaga harmoni antara tradisi iman universal dan kearifan lokal.
(Benneo /Heribertus Sudibyo)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *