“Pesan Natal PWRI Klaten: Menjadi Berkat Melalui Filosofi S3”

to travel is to live

Home / Uncategorized / “Pesan Natal PWRI Klaten: Menjadi Berkat Melalui Filosofi S3”

“Pesan Natal PWRI Klaten: Menjadi Berkat Melalui Filosofi S3”

KLATEN – harmonyindonesia -- Keluarga besar umat Kristiani yang tergabung dalam Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Klaten menggelar perayaan Natal bersama di Pendopo Pemerintah Kabupaten Klaten pada Sabtu (10/01/2026).  Acara yang dimulai dengan penyalaan Lilin Natal dengan diiringi lagu Malam Kudus.
Acara yang berlangsung khidmat tersebut menjadi bukti nyata semangat pengabdian dan kemandirian para pensiunan ASN yang tetap menyala meski telah purna tugas.

*​Mandiri Melalui Swadaya Murni*
​Ketua Panitia, YF Sri Mulyadi, mengungkapkan rasa syukurnya atas tingginya antusiasme anggota. Berdasarkan data presensi, tingkat kehadiran mencapai lebih dari 90 persen atau lebih kurang 431 peserta dari seluruh wilayah di Klaten termasuk undangan.
​"Menariknya, acara ini sepenuhnya didanai melalui gotong royong dan swadaya murni anggota serta donatur. Kami bangga dapat menyelenggarakan agenda tahunan ini secara mandiri tanpa membebani anggaran pemerintah," jelas Sekretaris Panitia, Valentinus Suharjono

*​Pesan Spiritual S3: Sumarah, Sumeleh, Sumangga*
​Mengusung tema "Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga", perayaan ini menghadirkan Romo FX Krisna Handoyo, Pr  untuk menyampaikan hikmah Natal.  Dalam pesan spiritualnya, Rama Krisno mengajak para purna tugas untuk menerapkan filosofi hidup S3, yaitu:
​Sumarah (Pasrah)
​Sumeleh (Ikhlas)
​Sumangga (Berserah)
​"Di masa tua, saat fisik mulai terbatas, kita diajak meneladani ketaatan Yusuf. Jangan mencari kambing hitam atas persoalan keluarga, melainkan hadapi dengan kesabaran, disiplin, dan kasih yang tulus," ungkap Rama dari Paroki Kebonarum tersebut.
​Wredatama Sebagai Aset Strategis Pembangunan
​Ketua PWRI Klaten, Bambang Sulistyanto, menegaskan bahwa status pensiun bukan hambatan untuk terus berkontribusi. Ia berharap pemerintah daerah tetap memandang wredatama sebagai mitra strategis dalam pembangunan nasional.
​"Kami tidak ingin dianggap selesai. Dengan modal pengalaman dan kebijakan, para pensiunan adalah aset yang masih bisa berbakti kepada Ibu Pertiwi," tegas Bambang.
​Apresiasi senada datang dari Pemerintah Kabupaten Klaten. Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Pj Sekda Klaten, Jaka Purwanto, menyebut PWRI sebagai penjaga nilai luhur birokrasi dan perekat sosial.
​"Para wredatama adalah teladan integritas bagi generasi penerus. Nilai-nilai toleransi yang ditunjukkan hari ini adalah modal utama menjaga kondusivitas dan kerukunan umat beragama di Klaten," tulis Bupati dalam sambutannya.

*​Meriah dengan Penampilan Kesenian*
​Acara dimeriahkan dengan  penampilan paduan suara dari PWRI Kecamatan Cawas, aksi line dance, serta vokal tunggal. Selain sebagai ajang silaturahmi, acara ini juga melakukan pengumpulan dana spontan untuk mendukung pembinaan iman organisasi wanita Katolik (WKRI) di Klaten.
Acara ditutup dengan doa bersama.
(Benneo)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *