Klaten, Jumat, 13 Maret 2026 - Perayaan Ekaristi pelajar yang tergabung di Kosiska (Kolompok Siswa Siswi Katolik) Klaten diadakan di Gereja Maria Assumpta Klaten, Jumat (13/3). Meskipun jumlah peserta yang hadir sekitar 600 siswa, lebih rendah dari biasanya yang mencapai 800-900 orang, perayaan Ekaristi ini tetap berlangsung dengan khidmat dan semarak.

Misa pelajar ini dimeriahkan dengan penampilan koor dari SMKN 1 Klaten yang membawakan lagu-lagu bernuansa pertobatan. Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Romo Yulius Blasius Fitri Gunanta, Pr.
Dalam kotbahnya, Romo Yulius mengajukan pertanyaan kepada para siswa tentang hukum yang pertama, yaitu apa jawaban Yesus ketika ditanya oleh orang Farisi. Empat siswa berani maju ke mimbar untuk menjawab, namun hanya satu yang berhasil menjawab dengan benar. Siswa yang berhasil menjawab tersebut mendapatkan hadiah uang tunai sebesar lima puluh ribu rupiah.
Romo Yulius menjelaskan bahwa hukum yang pertama adalah "Dengarkan". Orang yang mau mendengarkan adalah orang yang mau maju, mengenal ajaran Yesus, dan terbuka untuk menerima Yesus dalam hidupnya. "Hanya orang yang egois yang tidak mau mendengarkan, orang seperti ini menutup diri untuk berkembang dan maju," tegas Romo.
Romo juga mengecam siswa yang tidak memiliki sikap mau mendengarkan, seperti orang yang berbicara atau mendengarkan nasehat sambil main HP. "Jangan seperti itu, karena itu tidak menunjukkan keseriusan dan hormat kepada orang lain," tambahnya.
Perayaan Ekaristi ini diakhiri dengan doa bersama dan berkat penutup. Para siswa yang hadir tampak khidmat dan bersemangat mengikuti perayaan Ekaristi ini. (Benneo)

