BANGSA MESIR SADAR, KALAU BUKAN BANGSA ARAB DAN SUDAH MENGKHIANATI LELUHURNYA.(Revitalisasi Kejayaan Firaun)

to travel is to live

Home / Uncategorized / BANGSA MESIR SADAR, KALAU BUKAN BANGSA ARAB DAN SUDAH MENGKHIANATI LELUHURNYA.(Revitalisasi Kejayaan Firaun)

BANGSA MESIR SADAR, KALAU BUKAN BANGSA ARAB DAN SUDAH MENGKHIANATI LELUHURNYA.(Revitalisasi Kejayaan Firaun)

Berdasarkan informasi terbaru hingga tahun 2026, Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi masih sangat konsisten dalam narasi "Revitalisasi Kejayaan Firaun" sebagai bagian dari upaya membangun identitas "Republik Baru" Mesir. Narasi ini digunakan untuk menggeser fokus dari Pan-Islamisme (era Ikhwanul Muslimin) menuju identitas sekuler yang berakar pada peradaban kuno Mesir, sekaligus memperkuat legitimasi otoriter militer di bawah kepemimpinannya.

Berikut adalah poin-poin kunci keterkukuhan narasi tersebut:

Pembangunan "Republik Baru" & Mega Proyek:
El-Sisi terus mendorong proyek-proyek raksasa yang meniru ambisi Firaun dalam hal skala dan arsitektur. Ini termasuk Ibu Kota Administratif Baru (NAC), yang dirancang untuk menjadi pusat kekuatan modern, serta pengembangan zona ekonomi Terusan Suez.

Identitas "Seven Pillars":
Rezim Sisi mempromosikan identitas Mesir modern yang bertumpu pada tujuh pilar, di mana pilar Firaun/kuno menjadi salah satu yang utama, bertujuan menyatukan masyarakat di luar identitas keagamaan.

Grand Egyptian Museum (GEM): Pembukaan bertahap Grand Egyptian Museum (seperti peresmian lunak pada Oktober 2025) adalah simbol utama perayaan warisan firaun untuk pariwisata dan kebanggaan nasional.

Legitimasi melalui Simbolisme Kuno: Penggunaan simbol-simbol firaun, seperti parade mumi raja-raja dan pembangunan kota-kota baru, digunakan untuk menunjukkan Sisi sebagai penerus pemimpin agung yang membawa ketertiban dan kemakmuran, mirip dengan Firaun di masa lampau.

Antitesis Islamisme: Narasi ini menonjolkan budaya pra-Islam dan Coptic sebagai upaya untuk menekankan identitas sekuler Mesir dan meminggirkan pengaruh Pan-Islamisme dari Ikhwanul Muslimin.

Meskipun narasi kejayaan firaun masih kukuh, pendekatan ini diiringi dengan tangan besi, di mana pemerintahan Sisi membatasi oposisi dan mengandalkan militer sebagai alat kontrol utama.

KAPAN BANGSA INI SADAR ?
Untuk tidak Memperbudak Diri Pada Arab… ? (Dian Bagaskara)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *