“DIMANAKAH ENGKAU”?

to travel is to live

Home / Uncategorized / “DIMANAKAH ENGKAU”?

“DIMANAKAH ENGKAU”?

Jika Tuhan Mahatahu, mengapa Ia masih bertanya?

Pertanyaan Tuhan kepada Adam, “Di manakah engkau?” setelah Adam melanggar perintah di Taman Eden, sering kali menimbulkan tanda tanya.

Adakah Tuhan tidak mengetahui keberadaan Adam, perbuatannya, bahkan isi hatinya?

Jawabannya bukan karena Tuhan tidak tahu.

Pertanyaan itu adalah bentuk kasih dan panggilan pertobatan.

Panggilan yang bernada pencarian terhadap Adam dan Hawa adalah panggilan pemulihan yang menuntut keterbukaan dan kejujuran

  1. Pertanyaan "dimanakah engkau" adalah maksud Tuhan membuka ruang dialog.

Ketika manusia jatuh ke dalam dosa, manusia cenderung bersembunyi, takut, dan menjauh dari Tuhan.

Tuhan rindukan penyelesaian lewat pertemuan pribadi dengan-Nya. Tuhan tidak senang seseorang yang jatuh dalam dosa semakin terasing bahkan bersembunyi menutupi aib.

Sama seperti Adam yang bersembunyi di antara pohon-pohon karena merasa telanjang dan malu.

Akhirnya Allah mengambil sikap pendekatan dan membangun komunikasi tentang kejadian yang telah terjadi.

  1. Dengan bertanya, "dimanakah engkau" Tuhan memberikan kesempatan kepada Adam untuk jujur, mengakui kesalahan dan menyadari perbuatannya.

Ia memulai dengan sapaan dan pertanyaan yang mengundang.

Ini menunjukkan bahwa Allah menghargai kehendak bebas manusia.

Ia tidak memaksa pengakuan, tetapi menanti manusia datang dengan kesadaran sendiri.

Mengakui dengan jujur atas kesalahannya, menyadari bahwa hal yang diperbuat adalah salah dan memohon ampun, itulah yang diinginkan Allah.

  1. Pertanyaan “Di manakah engkau?” adalah upaya Tuhan untuk memberi solusi dan menutupi ketelanjangan Adam dan Hawa.

Memang mereka sudah menutupi ketelanjangan dengan membuat cawat dari daun pohon ara. Akan tetapi hal itu jauh dari kesempurnaan.

Maka lewat korban binatang dan kulit binatang tersebut Allah membuat pakaian baru yang menjadi pengganti cawat mereka yang terbuat dari daun pohon ara.

Kejadian 3:21, Dan TUHAN Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk isterinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka.

Hingga saat ini Tuhan masih bertanya hal yang sama kepada setiap manusia.

“Di manakah engkau?” bukan soal letak geografis, melainkan posisi hati dan relasi kita dengan-Nya.

Apakah kita sedang menjauh, bersembunyi dalam dosa, kesibukan, atau kepura-puraan?

Dengan demikian, pertanyaan Tuhan adalah cermin.

Ia mengajak manusia bercermin, menyadari kondisi diri, dan memilih untuk kembali kepada Sang Pencipta.

Tuhan Mahatahu, tetapi Ia tetap bertanya agar kita mau menjawab dengan jujur lalu dipulihkan.

Kejadian 3:9
Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau?"

Tuhan memberkati

Inspirasi Kristen - Parikesit

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *