
KLATEN -- Hi-News.com -- 3 Desember 2025 – Semangat kekeluargaan dan nostalgia mewarnai pertemuan perdana mantan guru SMP Negeri 4 Klaten. Acara yang dihadiri oleh 17 orang—terdiri dari 15 guru purnatugas dan 2 pendamping guru—ini diselenggarakan di Rumah Makan Mbah Darmo, yang berlokasi strategis dekat Stasiun Klaten.
Pertemuan ini bertujuan untuk mempererat kembali tali silaturahmi yang sempat renggang setelah para pendidik ini memasuki masa pensiun.
Dalam sambutannya yang hangat, Kamidi, mantan Kepala Sekolah SMPN 4 Klaten, menekankan filosofi kebahagiaan. "Kebahagiaan bukan hanya kita rasakan sendiri, tetapi kalau keluarga juga ikut merasakan kebahagiaan, maka itu akan lebih bermakna," ujar Kamidi, mendorong pentingnya peran keluarga dalam komunitas baru ini. Kamidi berharap pertemuan tersebut menjadi sarana bagi para mantan guru untuk menikmati hidup purnabakti yang senang dan bahagia.
Pembentukan Paguyuban dan Agenda Rutin
Pertemuan perdana ini menghasilkan kesepakatan penting, yaitu pembentukan sebuah paguyuban sebagai wadah resmi untuk menjalin dan memperkuat kekeluargaan di antara para mantan guru.
Untuk memastikan kesinambungan silaturahmi, anggota paguyuban sepakat untuk mengadakan pertemuan rutin setiap tiga bulan sekali. Pelaksanaan pertemuan akan bersifat fleksibel, dapat diselenggarakan di rumah makan atau bergantian di kediaman anggota yang bersedia menjadi tuan rumah.

Untuk mengelola organisasi, telah ditunjuk susunan pengurus paguyuban sebagai berikut:
* Ketua: Bapak Pardiono
* Humas: Pardiman dan Wiji Rahayu
Pasangan Humas ini diberi tugas spesifik untuk mendata dan menjangkau guru-guru yang belum sempat bergabung dalam pertemuan perdana.
Berbagi Kisah Purnabakti
Sesi santap siang bersama menjadi momen akrab di mana para mantan guru saling berbagi pengalaman hidup setelah pensiun. Berbagai cerita lucu dan inspiratif terungkap, mulai dari menikmati kebebasan untuk bangun siang tanpa terikat jadwal, hingga menyibukkan diri dengan kegiatan wirausaha seperti membuka warung.
Para peserta berharap, pada pertemuan-pertemuan mendatang, mereka dapat mengajak pasangan atau anak-anak mereka, sejalan dengan pesan Kamidi, agar kebahagiaan komunitas ini dapat dirasakan secara kolektif oleh seluruh keluarga besar.
Pertemuan perdana mantan guru SMPN 4 Klaten ini diakhiri dengan pembacaan doa dan sesi foto bersama sebagai dokumentasi kenangan. Diharapkan, langkah awal ini akan menjadi fondasi yang kuat untuk memelihara dan mempererat hubungan kekeluargaan di masa mendatang.
(Benneo)

