
KLATEN -- HiNews.com -- Wilayah Maria Assumpta, Paroki Gereja Maria Assumpta Klaten menggelar Kongres Ekaristi yang terakhir dengan tema "Hanya Yesus
yang Tahu Jalan ke Surga". Kongres ini diikuti oleh anak-anak, remaja, dan orang dewasa dari 8 lingkungan yang berada di wilayah Maria Assumpta Klaten di Gedung Ekokapti jln Bali pada hari minggu,(330/11/25)
Kongres dibagi menjadi tiga kelompok, PIUD dan PIA yang menempati balai pertemuan milik RW Pandanrejo, yang berada di belakang gedung Eko Kapti. Sedangkan kelompok PIR menempati ruang rias di area komplek Gedung, dan orang dewasa menempati di gedung utama Eko Kapti. Total peserta kongres terdiri 18 anak PIUD DAN PIA, 25 anak PIR, dan 109 orang dewasa.

Dalam sambutannya, Y. Mardiastuti, Ketua Wilayah Maria Assumpta mengucapkan terima kasih dan pujian kepada semua peserta yang telah hadir mengikuti kongres ekaristi ini. Beliau juga mengucapkan terima kasih kepada umat Lingkungan Santo Yusuf Pandanrejo yang telah mempersiapkan prasarana demi lancarnya kongres ini.
PIUD dan PIA didampingi oleh Suster Celine OSU, yang mengajak anak-anak untuk mengasihi Allah dan sesama. Beliau menjelaskan bahwa kasih Allah dapat diwujudkan dengan mengikuti perayaan ekaristi di gereja dan berdoa bersama keluarga. Sedangkan kasih kepada sesama dapat diwujudkan dengan membantu teman yang mengalami kesulitan, misalnya meminjamkan mainan, meminjamkan pensil kepada teman atau berbagi roti.
Sementara itu, Ursula Krisna yang mendampingi PIR, menyampaikan materi tentang berdoa dengan jujur. Beliau menjelaskan bahwa berdoa dengan jujur berarti berkomunikasi dengan Tuhan dengan hati yang terbuka dan apa adanya tanpa kepura-puraan. Karakteristik doa yang jujur antara lain keterbukaan sepenuhnya tanpa basa-basi.
Martinus Prabowo, yang menyampaikan materi inti untuk orang dewasa, sebelum nya ia mengajak bermain sebagai pemanasan dan menciptakan suasana gembira. selanjutnya ia menyampaikan materi tentang Kristus yang merupakan jalan keselamatan yang diimani oleh Gereja. Beliau mengambil contoh proses perkawinan kuno orang Yahudi yang dihubungkan dengan karya keselamatan yang dibawa oleh Yesus yaitu kasih dan keselamatan.
Peserta kemudian
diajak masuk dalam kelompok untuk melakukan sharing dengan pertanyaan *"Siapakah Yesus bagiku?"* dan *"Bagaimana kalian memandang Yesus di saat mengikuti ekaristi?"* Diskusi kelompok sangat hidup dengan peserta saling berbagi imannya.
*Proses Tata Cara Perkawinan Bangsa Yahudi Kuno*
Pada zaman kuno, perkawinan bangsa Yahudi memiliki proses yang kompleks dan memiliki makna yang mendalam. Berikut adalah proses tata cara perkawinan bangsa Yahudi kuno:
1. *Shiddukhim* (Pemilihan Pasangan): Proses pemilihan pasangan hidup dimulai dengan pencarian pasangan yang sesuai oleh keluarga atau perantara.
2. *Erusin* (Pertunangan): Setelah pasangan dipilih, proses pertunangan dimulai dengan perjanjian antara keluarga mempelai laki-laki dan perempuan.
3. *Masa Persiapan* (Nissuin): Setelah pertunangan, pasangan mempelai akan menjalani masa persiapan sebelum pernikahan.
4. *Nissuin* (Pernikahan): Upacara pernikahan dilakukan di rumah mempelai perempuan, dengan dihadiri oleh keluarga dan teman-teman.
5. *Yichud* (Menyepi): Setelah upacara pernikahan, pasangan mempelai akan menyepi untuk pertama kalinya sebagai suami istri.
*Hubungan dengan Karya Keselamatan Yesus*
Proses perkawinan bangsa Yahudi kuno dapat dihubungkan dengan karya keselamatan yang dibawa oleh Yesus. Berikut beberapa contoh:
- *Keterlibatan Tuhan*: Dalam proses perkawinan bangsa Yahudi kuno, Tuhan dipercaya sebagai yang mengatur dan memimpin proses tersebut. Demikian pula mereka percaya bahwa Tuhan memimpin dan mengatur proses keselamatan manusia melalui Yesus Kristus.
- *Kematian dan Kebangkitan*: Proses pernikahan bangsa Yahudi kuno juga dapat dihubungkan dengan kematian dan kebangkitan Yesus. Yesus sendiri menggambarkan hubungan-Nya dengan Gereja sebagai pernikahan, di mana Ia adalah mempelai laki-laki dan Gereja adalah mempelai perempuan.
- *Kesetiaan dan Kasih*: Pernikahan bangsa Yahudi kuno juga menekankan kesetiaan dan kasih antara suami istri. Demikian pula, Yesus mengajarkan tentang kasih dan kesetiaan Tuhan kepada umat-Nya.
Dengan demikian, proses tata cara perkawinan bangsa Yahudi kuno dapat menjadi simbol dari karya keselamatan yang dibawa oleh Yesus, yaitu kasih dan kesetiaan Tuhan kepada umat-Nya.
Kongres ini diharapkan dapat memperdalam iman dan meningkatkan kesadaran akan kasih Allah bagi semua peserta.
(Benneo / Pardiman)

