Pernahkah Anda bertanya, apa bukti arkeologis tertua di luar Alkitab yang menyebutkan tentang Bait Suci (Bait Allah) Salomo di Yerusalem?

to travel is to live

Home / Uncategorized / Pernahkah Anda bertanya, apa bukti arkeologis tertua di luar Alkitab yang menyebutkan tentang Bait Suci (Bait Allah) Salomo di Yerusalem?

Pernahkah Anda bertanya, apa bukti arkeologis tertua di luar Alkitab yang menyebutkan tentang Bait Suci (Bait Allah) Salomo di Yerusalem?

Temuan ini sangat menarik: Ostrakon "Rumah TUHAN" (tulisan pada fragmen tanah liat) yang ditemukan di Tel Arad. Berasal dari abad ke-6 SM, artefak ini menjadi referensi ekstra-alkitabiah tertua yang mengonfirmasi keberadaan Bait Suci di Yerusalem.

​Ostrakon ini ditulis oleh seorang perwira militer Yehuda dalam bahasa Ibrani standar pada masa itu. Isinya berupa korespondensi administratif:
​“Kepada tuanku Elyasib, kiranya YWH menanyakan kesejahteraanmu. Dan sekarang, berikan kepada Semaryahu satu takaran, dan kepada orang Keros itu satu takaran. Dan mengenai hal yang engkau perintahkan kepadaku: semuanya baik; ia tinggal di Rumah YWH.”
​Mengapa temuan ini begitu krusial secara historis?

​Penyebutan "Rumah YWH" (House of YWH) merujuk langsung pada Bait Suci. Meskipun ada akademisi yang mencoba berargumen bahwa ini bisa jadi "rumah Tuhan" di lokasi lain, sejarah mencatat bahwa setelah reformasi Raja Yosia, tidak ada tempat ibadah lain yang sah selain di Yerusalem.

Mengapa tidak disebutkan kata "Yerusalem" di sana? Sederhana saja. Sama seperti kita menyebut "Gedung Putih", semua orang tahu itu ada di Washington DC tanpa perlu dijelaskan lagi. Karena hanya ada SATU Gedung Putih, maka hanya ada SATU Rumah YWH yang sah bagi orang Yehuda saat itu, di Yerusalem !

Teks tersebut menyebutkan ada seseorang yang "tinggal" di sana. Ini membuktikan bahwa Bait Suci adalah tempat fisik yang nyata dan fungsional, bukan sekadar tempat mitologis atau fiktif dalam narasi sastra.

​Arkeologi terus menyingkap tabir sejarah, memberikan kita dasar ilmiah yang semakin kuat untuk memahami teks-teks kuno. Sebuah fragmen tanah liat kecil dari Arad telah berbicara tentang iman kita secara historis.

Sumber: materi ajar Missiologi di STT Sangkakala Salatiga (Dian Bagaskara)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *