Naik Sepur Mini, Siswa Kristiani SMPN 4 Klaten Gelar Penyegaran Iman di Rowo Jombor: “Yesus yang Bangkit Menyertaimu Segala Masa”

to travel is to live

Home / Uncategorized / Naik Sepur Mini, Siswa Kristiani SMPN 4 Klaten Gelar Penyegaran Iman di Rowo Jombor: “Yesus yang Bangkit Menyertaimu Segala Masa”

Naik Sepur Mini, Siswa Kristiani SMPN 4 Klaten Gelar Penyegaran Iman di Rowo Jombor: “Yesus yang Bangkit Menyertaimu Segala Masa”

Klaten, Sabtu 9 Mei 2026 – Sebanyak 38 siswa Kristiani SMPN 4 Klaten bersama 6 bapak ibu guru pendamping mengadakan kegiatan penyegaran iman ke Rowo Jombor, Krakitan, Bayat, Klaten, Sabtu (9/5/2026).

Dari SMPN 4 Klaten menuju Rowo Jombor, rombongan berangkat bersama menggunakan kendaraan sepur mini. Suasana ceria dan penuh canda tawa mengiringi perjalanan. Bagi siswa, naik sepur mini bareng teman-teman jadi pengalaman iman pertama: belajar sehati seperjalanan.

Kegiatan rohani ini mengusung tema “Yesus yang Bangkit Menyertaimu Segala Masa”. Di dalam perahu yang mengitari Rowo Jombor, para siswa diajak merenungkan penyertaan Tuhan dalam setiap gelombang kehidupan.

Firman Tuhan disampaikan oleh Bapak Yosi Kurniawan, M.Si, Penyuluh Agama Kristen Kantor Kementerian Agama Kabupaten Klaten. Renungan diambil dari Injil Markus 4:35-41 tentang Yesus yang menghardik angin ribut di danau Galilea.

Mengawali renungannya, Bapak Yosi mengajak siswa berimajinasi dan bertanya, “Anak-anak, apa yang kamu lakukan seandainya di tengah rowo ini mendadak muncul ombak yang tinggi dan angin kencang?”

Berbagai jawaban spontan muncul dari para siswa. Ada yang menjawab akan menjerit ketakutan, ada yang langsung berdoa, ada yang berpegang erat pada pegangan perahu, hingga segera memakai pelampung. “Semua jawaban itu benar, karena semuanya bertujuan untuk menyelamatkan diri,” jelas Bapak Yosi.

Melalui perikop tersebut, Bapak Yosi menegaskan bahwa badai kehidupan bisa datang kapan saja: nilai jatuh, masalah keluarga, pertemanan yang retak, atau rasa takut akan masa depan. Namun seperti para murid yang ketakutan, kita diundang untuk percaya bahwa Yesus yang bangkit selalu ada di perahu hidup kita.

“Yesus tidak menjanjikan danau yang selalu tenang, tapi Ia menjanjikan penyertaan-Nya. Dia yang sanggup menghardik angin dan danau menjadi teduh, Dia juga sanggup meneduhkan badai di hatimu. Yang penting: undang Yesus masuk dalam perahu hidupmu,” pesannya.

Pada akhir renungan, Bapak Yosi mengajak seluruh siswa untuk membisikkan ke telinga temannya dengan berkata: “Aku siap jadi temenmu.” Suasana haru dan penuh kehangatan langsung terasa di atas perahu. Para siswa saling menguatkan, seakan mau bilang: “Badai boleh datang, tapi kita hadapi bareng-bareng.”

Kegiatan penyegaran iman ini ditutup dengan makan bersama. Para guru pendamping berharap kegiatan ini mampu menumbuhkan iman, kebersamaan, dan keberanian siswa dalam menghadapi tantangan zaman.

“Anak-anak pulang dengan hati yang disegarkan. Dari naik sepur mini bareng, sampai saling bisik ‘aku siap jadi temenmu’ di perahu, mereka belajar bahwa bersama Yesus yang bangkit, tidak ada badai yang terlalu besar untuk dihadapi,” ujar salah satu guru pendamping.

Pewarta: Tim Kesiswaan SMPN 4 Klaten

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *